Tuesday, February 12, 2008

Hijau

Apa yang akan muncul di benak kita ketika mendengar kata hijau, saya yakin setiap orang mempunyai imajinasi yang berbeda-beda untuk menginterpretasikannya. Bagi saya sendiri kata hijau selalu mengingatkan hamparan hutan yang asri dan sejuk layaknya di rumah. Setiap melihat hamparan hijau yang luas, sejenak mulut ini terdiam dan tak bisa berkata-kata kecuali mengagungkan namaNYA dan membuat diri ini menjadi sangat kecil jika dibandingkan dengan semua apa yang dipunyaiNYA.


Yang membuat terdiam sejenak


Itulah yang saya rasakan ketika mengunjungi goa cerme bersama-sama beberapa anak XKomp yang suka berpetualang. Dengan sedikit tekad untuk mencari petualangan baru yang mungkin akan sangat membahayakan keselamatan karena belum ada satupun petualang yang mengantongi sertifikasi caving, tapi semua itu tidak membuat tekad baja anak-anak menjadi surut. Seperti biasa layaknya barisan semut yang akan mencari tempat persinggahan baru, putaran roda mulai menelusuri jalanan untuk mendapatkan lebih dari sekedar capek yaitu hikmah dan kekompakan.

Oiya hampir kelupaan, udah ngomong panjang lebar tapi belum ada dari untaian kata-kata itu yang menyebutkan nama-nama dari petualang-petualang yang ikut. Petualang itu adalah Alle, Winda, Hacko, Hendi, Dita, Amed, Yudha, Aldi, Paris, Budi, Yanwork, Zaky dan yang terakhir adalah saya sendiri. Dalam perjalanan kami sempat hampir terpisah tetapi dengan sedikit kesabaran akhirnya kami bisa bertemu kembali dengan sedikit canda tawa yang membuat kami lebih akrab lagi satu sama lain, keakraban dan canda tawa itulah yang selalu membuatku rindu untuk berkumpul dengan mereka....

Dalam perjalanan setelah memasuki kawasan imogiri, mulai nampak hamparan hijau dan jalanan yang sudah mulai naik turun membuat putaran roda agak tersendat-sendat dan mesin motor sudah mulai mengerang kesakitan. Sesampainya di tempat jajahan akhirnya masing-masing petualang mulai memarkir motornya kemudian berbenah untuk menjadi survivor mulai dari alas kaki, senter, ... sampai raincoat dan yang paling penting adalah kamera untuk dokumentasi atau untuk narsis-narsis. Setelah semua perlengkapan siap tibalah saatnya bagi para petualang untuk menunjukkan tajinya... haha... belum apa-apa udah disambut rangkaian tangga yang menjulang tinggi. Akhirnya setapak demi setapak kami lalui tangga dan dengan sedikit menghela nafas, sampai jugalah rombongan survivor ke mulut goa dengan sedikit aura mistis.


Di kegelapan goa (Narsis mode on)


Sambil menanti mencari pemandu untuk memasuki kedalaman goa, beberapa petualang mulai narsis-narsis dimualai dari hacko yang emang mungkin bawaan dari lahir udah narsis (narsisnya ga ketulungan *wah sory banget hand) akhirnya yang lainnya juga pada ngikut. Dengan sedikit langkah gontai saya dan pemandu menghampiri mereka yang lagi narsis-narsis. Dengan sedikit breafing, akhirnya ditetapkan dengan formasi pemandu di depan dan saya di belakang.

Dengan hanya bisa terkagum-kagum didalam kegelapan goa memang membuat kita merasa kecil dihadapanNYA. Dengan sedikit meraba-raba kedinginan air survivor mulai menembus kegelapan goa. Memang membutuhkan fisik yang cukup untuk menelusuri goa cerme dan juga jangan lupa untuk mempersiapkan mental. Taka lama setelah 2 jam berlalu akhirnya terlihat juga secercah cahaya yang mulai menusuk gelapnya pandangan. yeaaah... akhirnya sampai juga di ujung goa, haha... pada basah kuyup semua.

Langkah yang mulai menunjukkan kelelahan kami tak dapat ditutupi lagi, dengan mata berbinar-binar rombongan melihat adanya warung dan langsung berlarian, dan pandangan mata langsung tertuju pada gorengan yang ada dimeja, tak sampai 15 menit ternyata semua sudah ludes dilahap (memang benar2 riskan).

Semangkuk soto dan segelas teh hangat menemaniku sambil ngobrol-ngobol dengan pemandu goa dengan penuh canda tawa, banyak sekali yang kami bahas mulai dari sejarah goa yang dulunya digunakan oleh walisongo untuk tempat pertemuan sampai yang berbau syirik. Yah... itulah tadi sekelumit cerita tentang perjalanan kami mencari lahan jajahan baru untuk mengisi waktu luang.. udah deh saatnya pulang...